Pernahkan anda tahu bahwa kaum Wanita sebagai tiang? Kalua pernah, kenapa? tentu saja bukan tanpa alasan.
Sabda Nabi Saw: “Wanita adalah Tiang Negara, jika baik Wanita suatu Negara maka baiklah Negara nya. Dan jika rusak mereka maka akan hancur pulalah Negara nya.”
Sebagaimana sifat tiang dalam sebuah bangunan. Ia adalah penentu kekuatan. Bisa jadi sebuah rumah terlihat indah dari luar namun jika tidak memiliki tiang yang kokoh, kerobohan nya sudah bisa diperkirakan. Subhanallah
penerus bagi suatu negara, jika peranan Wanita (ibu) mempunyai visi keteladanan ahlakul karimah (ahlak) dan kecerdasan yang berorientasi pada Aqidah keimanan (Agama) insyaallah akan menuju kebaikan negara tersebut, tapi bila sebalik nya yang terjadi maka hancur lah negara itu. Nauudzubillahi mindzalik
Bisa jadi Laki-laki lebih pintar, tapi soal bermain dengan perasaan, Wanita selalu tak terkalahkan. Bisa jadi Lelaki lebih kuat tenaga nya tapi urusan kesabaran menghadapi keruwetan selalu Wanita lebih mampu menahan. Maka, sekali lagi Wanita adalah tiang, ia adalah tumpuan segenap permasalahan. Setuju?
Baru-baru ini hasil penelitian membuktikan bahwa otak Wanita yang kanan (untuk kemampuan berketrampilan) dan yang kiri (tempat mencerna pengetahuan) seimbang, sementara Laki-laki memiliki kecendrungan otak kiri nya lebih baik dari yang kanan. Wanita lebih mampu berketrampilan dan ia lebih bisa untuk melakukan dua hal sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Jangan marah kalau engkau mengajak anak perempuanmu berbicara serius dan dia sambil menjahit pakaian, karena ia tetap bisa berkonsentrasi meski sambil berkegiatan. Sementara terhadap anak Laki-lakimu mintalah mereka memandang matamu tanpa melakukan aktifitas apapun ketika engkau mengajak mereka bicara penting, karena tatkala otak nya bekerja pada sesuatu, urusan yang lain jadi terbengkalai. Ternyata karena sifat tiang yang di sematkan kepada seorag wanita memang haqiqi adanya. Adakah menjadi sandaran diciptakan berkemampuan melakukan banyak hal di waktu yang bersamaan?
penerus bagi suatu negara, jika peranan Wanita (ibu) mempunyai visi keteladanan ahlakul karimah (ahlak) dan kecerdasan yang berorientasi pada Aqidah keimanan (Agama) insyaallah akan menuju kebaikan negara tersebut, tapi bila sebalik nya yang terjadi maka hancur lah negara itu. Nauudzubillahi mindzalik
Maka, wahai para Tiang, tak usah ingin menjadi atap, pintu, dinding atau yang lain. tetaplah menjadi tiang yang menjalankan fungsi tiang – Taushiyah indah al-Fadhilah al-Habibah Ustazah Halimah al-Aydrus
Baru-baru ini hasil penelitian membuktikan bahwa otak Wanita yang kanan (untuk kemampuan berketrampilan) dan yang kiri (tempat mencerna pengetahuan) seimbang, sementara Laki-laki memiliki kecendrungan otak kiri nya lebih baik dari yang kanan. Wanita lebih mampu berketrampilan dan ia lebih bisa untuk melakukan dua hal sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Jangan marah kalau engkau mengajak anak perempuanmu berbicara serius dan dia sambil menjahit pakaian, karena ia tetap bisa berkonsentrasi meski sambil berkegiatan. Sementara terhadap anak Laki-lakimu mintalah mereka memandang matamu tanpa melakukan aktifitas apapun ketika engkau mengajak mereka bicara penting, karena tatkala otak nya bekerja pada sesuatu, urusan yang lain jadi terbengkalai. Ternyata karena sifat tiang yang di sematkan kepada seorag wanita memang haqiqi adanya. Adakah menjadi sandaran diciptakan berkemampuan melakukan banyak hal di waktu yang bersamaan?
Dengan segenap perbedaan Wanita dan Lelaki dicipta berlainan. Mengapa harus menuntut persamaan hak dan kesejajaran jika perbedaan itu bukan sebuah perendahan namun justru pemuliaan kalau kita cerna lebih dalam.
Perbedaan cara berpakaian misalnya adalah sarana menghormati diri sendiri, karena Wanita yang tak mempertontonkan aurat nya justru tengah melindungi diri nya dari kejahatan Laki-laki yang tak bertanggung jawab atas diri nya. Ada nya hak talak hanya dimiliki kaum Laki-laki adalah cara paling aman untuk menghindari perceraian, karena bagaimanapun wanita lebih mudah hanyut dalam perasaan dan mudah terbawa emosi dibanding kaum lelaki yang logika lebih bermain untuk mereka.
Maka ketika Wanita membicarakan kesetaraan gender misal nya mereka tidak sedang melakukan kecuali berpindah kodrat dan kembali pada nilai rendah yang sebelum Islam diturunkan. Sungguh bukan sedang menuju kesempurnaan.
Dan perlu kita tahu khususnya untuk pada wanita bahwa Wanita itu ditakdirkan untuk melahirkan dan menjadi Matahari bagi keluarga nya, didalam keluarga wanita berperan sangat penting, bisa diibaratkan sebagai seorang manajer baik dalam melaksanakan fungsi nya sebagai seorang Ibu maupun mengatur segala kebutuhan bagi keluarganya. Ibu merupakan sentral figur dalam rumah tangga sekaligus sebagai pendidik dan suri tauladan bagi putra-putrinya, yang konon ceritanya merupakan generasi. semoga ini bukan hanya sebagai cerita belaka... doaya semoga ini menjadi kenyataan. Amin ya Allah :)
Maka ketika Wanita membicarakan kesetaraan gender misal nya mereka tidak sedang melakukan kecuali berpindah kodrat dan kembali pada nilai rendah yang sebelum Islam diturunkan. Sungguh bukan sedang menuju kesempurnaan.
Karena kesempurnaan Wanita adalah ketika ia menjadi tiang, Tempat sandaran untuk anak-anak nya. Tempat keluh kesah Suami nya. Tempat beragam macam kegiatan mampu ia lakukan dalam waktu bersamaan.





0 comments:
Post a Comment